Cara beternak cacing tanah mudah dan sukses
Cara beternak cacing tanah mudah dan sukses
Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit (biseksual),artinya
pada tubuhnya terdapat dua alat kelamin jantan dan betina.Namun untuk
pembuahan,tidak dapat di lakukanya sendiri,harus dengan persilangan sepasang
cacing tanah,masing-masing menghasilkan satu kokon yang berisi beberapa butir
telur.
1.Jenis-jenis cacing
a.Cacing lumbricus
Bentuk cacing lumbricus pipih ,jumlah segmen sekitar 90-195,dan
ketelium yang terletak pada segmen 27-32,jenis ini biasanya kalah bersaing
dengan jenis lain sehingga tubuhnya lebih kecil.Namun,bila di pelihara ukuran
tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.
b.Cacing pheretima
Jumlah segmen cacing
pheretima mencapai 95-150 dan ketelium terletak pada segmen 14-16.Bentuk
tubuhnya giling panjang dan silindris,berwarna merah keunguan.Cacing tanah yang
termasuk jenis ini antara lain,cacing merah,cacing koot,dan cacing kalung.
c.Cacing perionyx
Bentuk tubuh cacing ini giling,berwarna ungu tua sampai
merah kecokelatan.Jumlah segmen 75-165 dan ketelium terletak pada segmen 13 dan
17.Cacing ini agak manja sehingga pemeliharaanya diperlukan perhatian yang
lebih serius.
2.Pemilihan calon bibit
Bila akanmemulai
beternak cacing tanah dengan skala yang kecil,dapat di pakai bibit
cacing tanah dari alam.Biasanya,bibit cacing tumbuh di tumpukan sampah yang
membusuk atau tempat pembuangan kotoran hewan.
3.Perkandangan
Kandang sebaiknya di gunakan dari bahan yang mudah di dapat
dengan harga terjangkau,seperti dari bambu,ijuk,dan genteng tanah liat.Kandang
permanen dapat di buat dengan ukuran (1,5 x 18)m dan tinggi 45cm.Untuk skala
besar,kandang dapat dibagi-bagi menjadi rak-rak bertingkat sebagai wadah
pemeliharaan.
4.Tata laksana pemeliharaan
Bibit cacing tanah dapat dipilih yang muda atau dewasa.Jika
kandang berukuran ( 2,5 x 1 x 0,3)m,dapat menampung sekitar 10.000 ekor cacing
tanah dewasa.Jika pemeliharaan di mulai dari jumlah cacing yang kecil dan jumlahnya sudah
bertambah,sebagian dari cacing tanah tersebut perlu dipindah ke bak lain.
5.Pemberian pakan
Pemberian pakan dilakukan sekali dalam sehari.Pakan yang
diberikan bisa berupa kotoran hewan.Pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk
atau bubur pakan sehingga perbandinganya dengan air adalah 1 : 1.Jumlah pakan
yang di berikan disesuaikan dengan jumlah cacing tanah yang dipelihara.Seekor cacing tanah,kurang
lebih akan menghabiskan pakan sebanyak berat tubuhnya.Bila pemberian pakan
berlebih,harus diaduk terlebih dahulu dengan pakan baru.Jumlah pemberian
selanjutnya lebih sedikit dari pakan sebelum agar tidak tersisa.
6.Pembibitan cacing tanah
Cacing tanah berkembang dari telur yang tersimpan dalam
kokon hasil dari perkawinan sepasang cacing tanah.Saat melakukan perkawinan
,sepasang cacing tanah akan saling melekat dibagian depanya dengan posisi saling
berlawanan.Saat kawin,cacing tanah akan mengeluarkan lendir melalui klitelium
untuk melindungin sel-sel sperma.Kemudian sel sperma akan bergerak ke arah
belakang dan masuk ke ovarium.Bibit cacing tanah ditanam dalam media
pemeliharaan sedikit demi sedikit.Jika cacing sudah masuk ke dalam media,baru
ditambahkan bibit cacing tanah lagi.Setiap 3 jam,kondisi cacing tanah perlu
diawasi.Jika dalam jangka waktu 12 jam tidak ada bibit yang meninggalkan
media,artinya media tersebut cocok bagi pertumbuhan cacing tanah.
7.Pemeliharaan kesehatan
Pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah perlu
dilakukan secara berkala.Hama yang sering menyerang cacing tanah yaitu
semut,kelabang,lalat,tikus,ayam,dan burung.
8.Panen dan hasil panen
Hasil ternak cacing tanah menghasilkan dua produk yang
menguntungkan,yaitu hasil utama berupa biomas (cacing tanah itu sendiri) dan
hasil samping kascing (bekas cacing).Memanen cacing tanah sangat sederhana.Oleh
karena itu cacing sangat sensitif terhadap cahaya,pemanenan bisa dilakukan menggunakan lampu.Ketika ada
lampu,cacing akan mengumpul dibagian atas media dekat dengan sumber
cahaya.Selain itu,pemanenan juga bisa dilakukan dengan membolak-balikan
sarang.Biasanya cacing berkumpul dibalik sarangnya.
Hasil panen biomasa(cacing itu sendiri) dapat menyuburkan
dan menjaga kesuburan tanah.Disamping itu,cacing tanah juga mengeluarkan
hormon-hormon tertentu sehingga mampu memodifikasi lingkungan dan menyediakan
unsur harga bagi organisme lain sehingga disebut juga ecosystem engineers.
Kascing adalah kotoran cacing tanah bisa mencerna bahan
organik berupa partikel-partikel tanah berwarna kehitaman yang ukuranya lebih
kecil dari partikel tanah biasa.Kascing mengandung zat organik dan unsur hara
penting,seperti anxim,sitokinin,dan giberilin yang cocok untuk pertumbuhan
tanaman.


Komentar
Posting Komentar