Cara mudah budidaya ulat sutra
Cara mudah budidaya ulat sutra
A.budidaya ulat sutra
Ulat sutra disebut juga dengan nama (bombyx mori) adalah ulat atau larva kupu-kupu yang termasuk dalam
famili bombycidae.Secara ekonomis,ulat sutra
ini amat penting karena dapat menghasilkan sutra.Pakan ulat sutra
semata-mata hanya daun-daun pohon murbai
yang mampu dikonsumsi sepanjang pagi dan malam hari.
Telur-telur akan di hasilkan setelah 10 hari berada di
penetasan.jika warna kepalanya sutra
yang gelap,menunjukan bahwa akan terjadi pergantian kulit.Setelah berganti kulit sebanyak 4 kali,badan ulat sutra
menjadi sedikit kuning dan kulitnya menjadi lebih rapat.Larva menutup diri
dalam kokon sendirinya sebagai bahan baku sutra yang diproduksi dalam kelenjar
liur.Beberapa binatang lepidoptera memang dapat memproduksi kokon,tetapi hanya bombycidae dan saturniidae
yang mampu dalam jumlah besar.
Jika terkena udara,cairan kental ini akan mengeras.Ukuran
diameter spinneret sangat menentukan
tebalnya benang sutra.
1.Pemilihan bibit
Pemilihan jenis bibit ulat sutra tergantung pada ketinggian daerah.Untuk daerah yang berada pada ketinggian sekitar 700 m dpl,biasanya menggunakan bibit yang bermutu tinggi,berasal dari jepang.
Biasanya 1 kotak bibit ukuran berat 11,7 g berisi kira-kira 20.000 bibit telur.Pada pemeliharaan musim kemarau,bibit tersebut dapat menghasilkan 25-30 kg kokon basah.Untuk menghasilkan 1 kg kokon,diperlukan kira-kira 20 kg daun murbai.Oleh karena cocok dipelihara di daerah pegunungan,ulat sutra pada musim hujan dapat menghasilkan kokon basah yang lebih besar.
2.Perkandangan
Pemeliharaan ulat sutra dilakukan dalam peti(box rearing) dengan ukuran (95 x 70 x 12)cm yang terbuat dari kayu,seng,atau aluminium.Untuk kenyamanan ulat sutra,peti tersebut dilengkapi dengan sirkulasi udara yang cukup.Suhu dalam peti berkisar 27-28 C dengan kelembapan udara 90%.Untuk mempertahankan kelembapan,peti dapat di lapisi dengan kain kasar di bagian dasarnya.Ulat sutra lebih suka pada keadaan cahaya lemah .Dalam keadaan gelap,ulat sutra lebih aktif bergeral,kokon lebih berat,dan bagian benang sutra pun lebih besar.
3.Tata laksana pemeliharaan
Produksi kokon yang dihasilkan oleh ulat sutra sangat tergantung pada iklim setempat dan cara pengelolaan.Sebaiknya,lokasi untuk pembudidayaan ulat sutra memiliki iklim dan tanah yang cocok dengan pertumbuhan daun murbai.Dengan demikian,ulat sutra mampu berproduksi kokon berkualitas.Pemeliharaan ulat sutra kecil yang paling baik yaitu dengan cara gabungan.Mulai dari saat menetas hingga memasuki stadia ke -3,anakan ulat sutra perlu dijaga dari serangan semut,tikus,dan lalat.suhu dan kelembapan udara perlu dijaga agar kondisinya stabil.
4.Pemberian pakan
Pakan yang diberikan berupa daun murbai segar yang dipetik pada pagi hari.Dengan demikian,daun murbai tersebut mengandung air,protein,karbohidrat,vitamin,dan mineral dalam jumlah memadai.daun yang sudah layu atau kering kurang baik untuk ulat sutra.Kebutuhan air pada ulat sutra hingga stadia ke-5 tidak terlalu banyak.Kebutuhan air mulai meningkat ketika ulat sutra akan membentuk kokon
5.Pembibitan
Pada kehidupan stadia 1-4 ulat sutra kecil akan lebih cepat tumbuh jika dipelihara ditempat gelap daripada ditempat yang terang.Ulat sutra yang telah berganti kulit selama 4 kali dan mengonsumsi daun murbai dalam jumlah cukup banyak akan memiliki kelenjar sutra yang berukuran besar.Untuk menghasilkan kokon yang berkualitas,suhu ruang pengokonan berkisar 22-23 C dengan kelembapan 66-70%.Jika kelembapan udara mencapai 90%,kualitas benang sutra menjadi rendah.Kenaikan kelembapan ini dapat terjadi oleh adanya cairan atau kotoran yang dikeluarkan oleh ulat-ulat matang yang cepat menguap jika tidak segera dibuang.
6.Pemeliharaan kesehatan
Ulat sutra sering mengalami penurunan nafsu makan,berak ulat tidak sempurna,sakit nanah,dan diare yang di sebabkan oleh bakteri.Sakit nanah terjadi karena serangan virus jenis N yang memasuki darah.Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga suhu dan kelembapan,terutama saat ulat sutra itu dalam keadaan tidur.
Blood poisoning merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui pembuluh darah.Gejala penyakit ini ditandai turunya nafsu makan,badan mengkerut,dan memuntahkan getah lambung.
Polihedraldesease adalah jenis penyakit pada ulat sutra yang disebabkan virus jenis C.Virus ini diduga ternakan oleh ulat sutra melalui daun murbai yang jelek.Selain itu,munculnya penyakit ini juga dipicu oleh fluktuasi suhu udara yang tinggi.Penyakit ini ditandai dengan kulit kepala menipis,berwarna bening sehingga isi kepala terlihat,nafsu makan berkurang,dan gerakan melemah.
7.Msa panen dan hasil panen
Hasil yang bisa dipanen dari ulat sutra yaitu kokon dan serat sutra.kualitas kokon dan serat sutra dipengaruhi oleh jenis ulat sutra dan kondisi selama pemeliharaan dan pengokonan.Setelah 4 hari,kokon akan berubah menjadi pupa.Kriteria kokon yang baik adalah berwarna putih,bentuknya sesuai sifat dari jenis ulat,ukuranya besar,kerut kokon halus,berat maksimal,ketegangan bagus,dan persentase kulit rendah.Panjang ulat sutra yang dapat digulung dari sebutir kokon ada hubunganya dengan kelancaran pekerjaan pemintalan.Sementara berat dan ketebalan serat sutra erat hubunganya dengan kualitas benang sutra.



Komentar
Posting Komentar