menanam bawang merah dengan jitu hasil yag melimpah
Menanam Bawang Merah dengan “Jitu” Hasil Yang Melimpah
Siapa yang
tidak mengenal bawang merah nama latin yang disebut.Allium Cepa.Dan orang jawa
menyebutnya “Brambang”.Bawang merah diduga berasal dari Asia Tenggara dan
menyebar didaerah Asia lainya.Deskripsi bawang merah memiliki perakaran yang
dangkal dan juga bercabang memecar dengan kedalaman mencapai 15-30cm didalam
tanah disekitar umbi bawang merah.
Menanam
bawang merrah dengan hasil yang melimpah itu yang diimpikan oleh semua petani. Sekarang sudah banyak mengalami inovasi dan
kemajuan.Karna zaman semakin berkembang. Banyak petani yang menggunakan
tehnik-tehnik khusus dengan berbagai teknologi terbaru untuk budidaya bawang
merah,agar yang di hasilkan melimpah.Pada
saat musim panen yang dilakukan secara bersamaan terkadang membuat harga bawang
merah anjlok.Hal ini yang dikeluhkan oleh para petani bawang merah.Sekarang
para petani bawang merah menanam tidak
menurut musim atau disebut diluar masa tanam,biar harga jual tidak anjlok.
Menanam
bawang merah diluar masa tanam kita harus memperhatikan pasar adanya banyaknya stok bawang merah
dipasar,biar tidak terjadi penumpukan bawang merah.Bawang merah tidak tahan
lama daya tahan komoditas ini relatif singkat sehingga bila terjadi penumpukan
dapat terjadi pembusukan.Dan para petani akan rugi karna kwalitas bawang merah
sudah tidak bagus. Untuk melakukan hal tersebut tentu dibutuhkan peran
pemerintah dalam mengedukasi para petani yang menanam bawang merah.
Langkah-langkah jitu Cara Menanam Bawang Merah
Menanam bawang
merah yang cocok dilakukan adalah ketika musim panas tiba, karena tanaman
memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam setiap harinya.
Untuk menanam bawang merah sebaiknya
memilih lahan yang berada di ketinggian 0 sampai 900 di bawah permukaan laut.Hal
ini disebabkan oleh suhu daerah yang mendukung pertumbuhan bawang merah sekitar
25 sampai 35 derajat celcius. Sedangkan batas keasaman tanah berkisar antara pH
5,6 sampai 7.
Berikut ini
akan membahas langkah-langkah cara menanam atau budidaya bawang merah dengan
cara yang mudah. Cara penanaman ini sudah banyak dilakukan oleh para petani
bawang merah dan mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.Berikut ini langkah-langkah menanam
bawang merah dengan baik dan hasil yang memuaskan
Langkah Pertama Pemilihan Bibit Bawang Merah
Ada beberapa
jenis benih yang dibutuhkan untuk budidaya bawang merah hal ini tergantung dengan varietes apa yang akan ditanam. Untuk
jarak tanam 20 x 20 dengan bobot benih 5 gram dibutuhkan sekitar 1,4 ton benih
untuk setiap hektarnya. Untuk bobot benih umbi yang sama dan menggunakan jarak
tanam 15 x 15 dibutuhkan sekitar 2,4 ton benih per hektar. Bila ukuran dan
berat benih lebih kecil tentu kebutuhan bibit per hektarnya lebih sedikit lagi.
Langkah Kedua Pengolahan Tanah dan Menanam Bibit Bawang Merah
Cara menanam
bawang merah.Sebelum menanam bawang merah terlebih dahulu perlu dipersiapkan
lahan tanam. Buatlah bedengan dengan lebar 1-1 meter, tinggi bedengan 40 cm,
dan pajang bedengan disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Buatlah jarak antar
bedengan sekitar 40 cm, sekaligus dijadikan sebagai parit dengan kedalaman 35
cm. Gemburkan tanah di bedengan dengan cara mencangkulnya sedalam 20 cm. Bentuk
permukaan bedengan menjadi rata.
Jika kondisi
keasaman tanah kurang dari pH 5,6, gunakan kapur atau dolomit sebanyak 1-1 ton
untuk satu hektar lahan. Penamabahan kapur ini hendaknya dilakukan sekitar 1
minggu sebelum tanah ditanami bawang merah.
Untuk
pemupukan dasar,baik menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos. Tebarkan
pupuk tersebut ke atas bedengan kemudian aduk dengan tanah hingga merata. Bisa
juga dengan menambahkan pupuk kimia seperti ZA, SP-36 dan KCL sebanyak 47 Kg,
311 Kg dan 56 Kg untuk lahan satu hektar. Campurkan semua pupuk buatan tersebut
kemudian diamkan selama satu minggu sebelum bedengan ditanami bibit bawang.
Langkah
selanjutnya.Siapkan umbi atau bibit bawang merah yang sudah siap ditanam.
Apabila bibit yang digunakan berusia kurang dari 2 bulan sebaiknya dilakukan
penggoresan pada bagian ujung umbi, sekitar 0,5 cm. Hal ini bertujuan untuk
memecah masa dorman sehingga mempercepat tumbuhnya tunas tanaman.
Untuk menanam
bawang merah pada musim kemarau harus memberikan jarak tanam dipadatkan menjadi
15 x 15 cm. Sedangkan penanaman pada musim penghujan buatlah jarak tanam
minimal 20 x 20 cm. Cara untuk menanam benih bawang merah yakni dengan cara
membenamkan seluruh bagian umbi ke dalam tanah.
Menanam bawang merah yang perlu
diperhatikan adalah penyiraman tanaman. Aktivitas ini sebaiknya dilakukan dua
kali sehari yakni pada waktu pagi dan sore hari. Hal ini dilakukan dari awal
penanaman sampai tanaman berusia 10 hari, setelah itu penyiraman dikurangi
menjadi satu kali sehari.
Untuk perawatan
biar tumbuh dengan subur dan baik yang harus dilakukan adalah pemberian pupuk
tambahan yang dilakukan ketika tanaman berumur 2 minggu dari awal tanam. Jenis
pupuk yang digunakan merupakan campuran dari KCI, ZA, urea. Komposisi
masing-masing pupuk adalah 112 Kg, 200 Kg dan 93 Kg. Pemupukan selanjutnya
dilakukan ketika tanaman memasuki usia 5 minggu dengan komposisi pupuk urea 47
Kg, ZA 100 Kg, dan KCI 56 Kg per hektar. Pemupukan dilakukan dengan cara
membuat guritan di sekitar tanaman.
Cara menanam
bawang merah selanutnya adalah membersihkan tanaman gulma yang tumbuh di
sekitar tanaman.Untuk penyiangan gulma ini biasanya dilakukan 2 kali per satu
musim tanam. Supaya menghemat biaya perawatan, penyiangan gulma bisa dilakukan
bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Tetapi bila tanaman gulma yang tumbuh
terlalu banyak harus segera dilakukan penyiangan.
Pengendalian
Hama Tanaman Bawang Merah
Harus kia
waspadai tanaman bawang merah mempunyai beberapa jenis hama dan penyakit yang
menyerang. Tapi ada beberapa jenis penyakit yang sering menyerang tanaman
bawang merah yakni hama ulat dan penyakit layu. Hama ulat sering menyerang daun
bawang, gejala yang ditimbulkan terlihat bercak putih pada daun. Bila daun
diteropong akan terlihat berlubang bekas gigitan ulat.
Untuk
mengatasi hama ini dapat dilakukan dengan cara manual yakni dengan mengambil
ulat dan telur secara langsung, kemudian dimusnahkan. Bila budidaya bawang
dilakukan dalam sekala besar, penanggulangan hama ini bisa dilakukan dengan
menggunakan feromon sex perangkap. Gunakan sekitar 40 buah untuk setiap
hektarnya. Bila serangan menghebat dan mengakibatkan kerusakan pada tanaman
bisa dilakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif klorfirifos.
Jenis
penyakit layu juga sering menyerang tanaman bawang merah.Ciri-ciri yang
ditimbulkan seperti daun menguning.Bagian pangkal bawang merah mulai membusuk.
Bila hal ini terjadi segera cabut tanaman yang terindikasi terkena penyakit,kemudian
bakar tanaman tersebut. Langkah selanjutnya adalah dengan menyemprotkan
fungisida.
Panen
Budidaya Bawang Merah
Gambar
tersebut menunjukkan bahwa tanaman bawang merah yang sudah siap untuk dipanen
apabila 60-70% daun bawang sudah mulai rebah.Bisa juga dilakukan pengecekan umbi secara
acak.Bila menggunakan bibit dari umbi, tingkat daun yang rebah harus mencapai
90%.
Ciri lainya
adalah bentuk umbi yang sempurna,sebagian sudah nampak dipermukaan tanah,umbi
sudah berwarna merah tua serta keunguan dan berbau.setelah dipanen bawang merah
harus dijemur selama seminggu atau dua minggu agar buah bertahan lama,tidak
terjadi pembusukan setelah siap lalu bawang merah disimpan didalam karung berjala.




Komentar
Posting Komentar