Sukses dengan cara beternak jangkrik
Sukses dengan cara beternak
jangkrik
Penyebaran jangkrik di Indonesia sangat merata,terutama di
daerah-daerah yang mempunyai banyak populasi burung dan ikan.Terdapat lebih
dari 100 jenis jangkrik di Indonesia,tetapi banyak yang di budidayakan pada
saat ini yaitu gryllus mitratus dan gryllus testaceus,terutama dibudidayakan
untuk tujuan pakan ikan dan burung.
1.Jenis-jenis jangkrik
Di Indonesia,terdapat lebih dari 100 jenis jangkrik.Spesies
jangkrik yang banyak dibudidayakan saat ini adalah Gryllus mitratus dan Gryllus
testaceus.
a.Gryllus mitratus
Jangkrik ini berukuran relatif kecil.Umur hidup jantan
dewasa 78 hari,sedangkan betina lebih lama,105 hari.Pada pinggir sayap
punggung,terdapat garis putih.Penampilanya relatif tenang.
b.Gryllus testaceus
Jangkrik ini cenderung lebih agresif.Tidak seperti Gryllus mitratus,punggung Gryllus testaceus berwarna hitam polos.
2.Pemilihan bibit
Bibit yang dipilih untuk dibesarkan harus sehat,tidak cacat
(sungut dan kaki patah),dan berumur bekisar 10-20 hari.Calon induk jantan dan
betina berasal dari tangkapan alam bebas karena biasanya mempunyai ketahanan
tubuh yang tinggi dan lebih agresif.
Ciri-ciri indukan sebagai berikut.
·
Antena panjang dan lengkap.
·
Kaki belakang lengkap,melompat dengan
langkas,gesit dan sehat.
·
Badan dan bulu berwarna hitam mengkilap dan
berukuran besar.
Ciri-ciri induk jantan sebagai berikut.
·
Mengerik dengan suara keras.
·
Bulu punggung cenderung kasar dan bergelombang.
Ciri-ciri induk betina sebagai berikut.
·
Tidak mengerik.
·
Bulu pada punggung dan sayap halus.
·
Ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan
telur.
3.Perkandangan
Prasarana perkandangan bagi jangkrik meliputi kotak sebagai
sangkar,tempat persembunyian,dan sarang untuk bertelur.
a.Kotak sangkar
Sebagai sangkar, ukuran kotak tidak ada yang baku,asal
sesuai dengan jumlah populasi jangkrik setiap kotaknya,biasanya berukuran
(50-100 x 100) cm dengan tinggi 30 cm.Semakin luas kotak,pertarungan antar
induk akan semakin terhindar.Sebaiknya,kotak diberi sirkulasi udara dengan
memberi lubang pada salah satu sisinya dan ditutup kawat kasa.Kotak ditempatkan
didaerah yang lembap,gelap,dan tenang agar tidak mengganggu proses kawin.
b.Tempat persembunyian
Di alam bebas,biasanya jangkrik bersembunyi di dedaunan
kering,terutama pada saat musim kawin.Dengan demikian,sebaiknya sangkar
dilengkapi tempat persembunyian.Tempat persembunyian dapat dibuat dari
daun-daun kering yang bisa dimasukkan kedalam kandang.Jika telah tercampur
dengan kotoran jangkrik dan sisa-sisa makanan,daun-daun akan menimbulkan
masalah sanitasi yang tidak terkendali.Untuk menghindarinya,potongan bambu
perlu diletakkan di dalamnya karena dalam potongan bambu ini jangkrik sering
melakukan perkawinan,di samping itu juga mudah untuk membersihkan.
c.Tempat bertelur
tempat bertelur harus dipersiapkan untuk pengembangbiakan
secara n alami.Dengan adanya tempat bertelur,akan dihasilkan telur yang matang
secara fisiologis.Jika telur yang dihasilkan langsung ditetaskan,perlu
ditambahkan media pasir atau tanah—berupa tanah sawah atau tanah merah—bisa di gunakan
sebagai tempat bertelur.Sebelum digunakan,sebaiknya pasir di ayak terlebih
dahulu agar kehalusan pasir merata.Media tersebut dimasukkan ke dalam nampan
secara merata.Selain media,tempat bertelur juga perlu dilengkapi dengan kotak
pengembangan berukuran (50 x 100 x 30) cm,berupa 2-3bbuah nampan.
4.Tata laksana pemeliharaan
Semenjak dalam kotak penetasan ( berumur 10-20
hari),pemeliharaan jangkrik harus benar-benar diperhatikan.Pemberian pakan
harus dikontrol dengan baik sehingga pertumbuhanya bisa pesat.
Agar dihasilkan telur dengan daya tetas tinggi,dalam satu
kandang diisikan jantan dan betina dengan perbandingan 2 : 10.Jika sudah
selesai bertelur sekitar 5 hari,telur
jangkrik dipisahkan dari induknya agar telur-telur tidak dimakan oleh induk.Dalam
satu kandang,cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur.diperkirakan,1 sendok teh
telur berisi 1.500-2.000 butir telur.Warna telur akan berubah dari bening
menjadi keruh.Kelembapan telur harus dijaga dengan penyemprotan dengan air
setiap hari.Selain itu,telur tersebut juga perlu dibolak-balik agar kelembapan
merata.Telur akan menetas setelah 4 sampai 6 hari dalam penetasan.
5.Pemberian pakan
Setelah menetas dan berumur 2 hari,jangkrik sudah dapat makan.Pada
dasarnya,jangkrik menyukai sayur-sayuran,dedaunan,serta buah-buahan yang
mengandung air dan tidak bergetah dengan ketebalan 1 cm.Setiap pemberian hanya berupa satu jenis makanan saja dan
jenisnya dapat diganti (berselang-seling ) sebagai variasi.Pada umur 7-10
hari,jangkrik dapat diberikan jagung muda yang sudah disisir atau
dihancurkan.Jumlah yang dapat diberikan yaitu 1 tongkol jagung/kotak/hari.Dapat
juga diberikan pelet yang biasa diberikan sebagai pakan ayam dan ikan.Hal yang
perlu diperhatikan adalah sifat kanibalisme jangkrik.Hal ini bisa diatasi dengan
pemberian pakan yang tidak telat.
6.Pembibitan jangkrik
Bibit telur jangkrik tidak dapat menetas semua,maksimal
70%.telur yang bagus berwarna putih atau kekuning-kuningan dan tidak ada flek
hitam di tengah sebagai tanda telur mati.Jika hitamnya hanya terdapat di
ujung,telur sudah tua dan akan menetas.Telur akan menetas setelah sekitar 8 – 10 hari sejak di
panen.Umur 30-40 anak jangkrik menjadi clondo atau dogolan,jangkrik muda.Jika
tidak dijual ,clondo dapat dipelihara menjadi indukan hingga kira-kira berumur
2-4 bulan.Indukan dapat dijual atau dijadikan bibit untuk menghasilkan telur.
7.Pemeliharaan kesehatan
Sebelum digunakan kandang,kandang hendaknya dibersihkan
terlebih dahulu,kandang harus dijaga biar tetap lembap,tetapi jangan sampai
basah karena dapat menimbulkan jamur atau penyakit.Sampai sekarang belum
ditemukan penyakit seriusyang menyerang jangkrik.
8.Masa panen dan hasil panen
Tiga hasil utama yang mempunyai nilai ekonomis sama besar
sebagai berikut.
·
Produksi telur yang akan diperdagangkan memerlukan
waktu 2-4 minggu.Dalam siklus hidupnya jangkrik
betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.
·
Produksi jangkrik yang untuk pakan burung
berkicau-seperti poksay,kacer,dan pakan ikan dan udang dalam bentuk tepung.
·
Dalam tubuh jangkrik mengandung senyawa,seperti
lysine,cystein,asam lemak berantai (omega 3 dan 6),hormon steroid,dan protein
kolagen yang bermanfaat bagi bahan baku industri farmasi,makanan
diet,kosmetika,dan substitusi pakan ternak.



Komentar
Posting Komentar