Cara Praktis Ternak Murai Batu Poligami untuk Pemula
Cara Praktis Ternak Murai Batu
Poligami untuk Pemula
Cara praktis ternak burung murai batu dengan
cara poligami.Sebagian masyarakat Indonesia kini telah menjadi hobby memelihara
burung dan sekarang kebanyakan orang memelihara burung untuk usaha sampingan.Bagi
pecinta burung kicau kamu pasti tau tentang burung murai batu.
Selain cocok dijadikan sebagai hewan
peliharaan, burung murai batu ini sekarang banyak dijadikan sebagai lahan
bisnis yang sangat menjanjikan. Karena burung murai batu mempunyai suara kicau
yang merdu, bermelodi, dan bervariasi.
Selain itu murai batu yang berprestasi dan
sering memenangkan perlombaan dapat dihargai hingga ratusan juta rupiah. Hal
ini merupakan salah satu alasan kenapa orang-orang ingin beternak murai batu.
Perhitungan Modal dan Keuntungan Ternak Murai Batu
Modal
Usaha
Sepasang Murai Medan Rp 17.000.000
Sepasang Murai Lampung Rp 15.000.000
2 Murai Nias Ekor Hitam @Rp 1.250.000 = Rp
2.500.000
2 Murai Betina Medan @Rp 1.500.000 = Rp
3.000.000
Pembuatan Kandang dari bahan batako ukuran 5 x
2 x 2 m Rp 15.000.000
Pembuatan Inkubator Rp 3.000.000
Total : Rp 55.000.000
Biaya
Operasional Setiap 4 Bulan
Penyusutan kandang 120 hari : 15.000.000 x
4/120 = Rp 500.000
Penyusutan Inkubator 60 hari : 3.000.000 x 4/60
= Rp 200.000
Pakan voer 12 bungkus @Rp 20.000 = Rp 240.000
Jangkrik 3 karung @Rp 50.000 = Rp 150.000
Kroto 3 kg @Rp 100.000 = Rp 300.000
Bayar perawat Rp 450.000
Total : Rp 1.750.000
Pemasukan
Penjualan Selama 4 Bulan
2 Pasang Murai Batu Medan Rp 10.000.000
2 Pasang Murai Batu Lampung Rp 3.000.000
2 Pasang Murai Batu Nias Medan Rp 5.000.000
20 Trotolan Anakan Usia 3 Bulan @Rp 1.000.000 =
Rp 20.000.000
Laba
4 Bulan
Biaya Penjualan – Biaya Operasional
Rp 30.000.000 – Rp 1.750.000 = Rp 28.070.000
Dan bagaimana cara beternak burung murai yang mudah bagi pemula ?
Kamu tidak perlu khawatir, karena kami akan
mengupas semua tentang bagaimana cara ternak murai batu dengan keuntungan yang
besar. Berikut penjelasannya :
1.Niat
Pertama-tama jika anda ingin membudidayakan
burung murai batu untuk usaha ternak,harus mempunyai niat bulat dan jangan
tanggung-tanggung.Apabila dirasa sudah mantap anda boleh melakukannya.
2.Pemilihan
Bibit Murai Batu Unggul
Dalam pemilihan indukan murai batu yang bagus
tidak harus mahal,melatih pengalaman anda beternak murai batu bisa anda lakukan
secara bertahap.Tidak perlu memikirkan harus memilih indukan trah juara.Biarkan
pengalaman anda semakin memahami pola dan cara yang tepat beternak murai
batu.Setelah itu barulah anda bergeser sedikit demi sedikit kekualitas burung
murai.Untuk membudidayakan burung murai harus memilih indukan jantan dan
betina,kriterianya adalah sebagai berikut :
a.Indukan Jantan
Pilihlah indukan pejantan yang tidak takut
terhadap manusia dan mempunyai mental yang bagus.Pejantan paling tidak uisanya
sudah 2 tahun keatas dan sudah matang untuk melakukan perkawinan.Pastikan
burung pejantan tidak dalam keadaan sakit maupun cacat fisik.
b.Indukan Betina
Pilihlah betina yang sudah berusai 1 atau 2
tahun.Pastikan burung dalam keadaan sehat dan tidak terlalu kurus.Selain itu
burung harus jinak dan tidak takut terhadap manusia agar tidak mudah stress
3.Menentukan
Lokasi Kandang Murai Batu
Menentukan lokasi kandang murai batu yaitu :
Kandang memiliki fungsi untuk memudahkan peternak murai batu dalam pemberian
pakan, minum, pengelolaan kotoran, dan perkawinan.
Penempatan kandang penangkaran murai batu
sangat berkaitan erat dengan keberhasilan penangkaran. Kandang yang salah akan
menyebabkan murai batu tidak mau bertelur.
Biasanya lokasi penangkaran murai batu berada
diluar rumah, seperti di samping rumah ataupun perkarangan rumah. Faktor
penting yang harus diperhatikan adalah tempat yang dijadikan kandang suasananya
cukup tenang dan jarang ada gangguan.
4.
Menetukan Ukuran Kandang Murai Batu
Ukuran kandang murai batu perlu diperhatikan
karena akan berdampak pada kesehatan dan produktivitas murai batu tersebut.
Ukuran kandang yang terlalu besar dapat menyebabkan murai batu terlalu banyak
terbang sehingga energinya banyak dipakai untuk bergerak daripada untuk berproduksi.
Sedangkan jika kandang terlalu kecil dapat
menyebabkan murai batu stress sehingga dapat menggangu reporoduksi murai batu.
- Kandang ukuran kecil : 60 cm x 60 cm x 60 cm (panjang x lebar x tinggi)
- Kandang ukuran sedang : 100 cm x 200 cm x 200 cm (panjang x lebar x tinggi)
- Kandang ukuran besar : 200 cm x 300 cm (panjang x lebar x tinggi )
5.Peralatan
Pendukung Kandang Murai Batu
Perlengkapan kandang murai batu mempunyai peran
untuk mendukung pemeliharaan burung di penangkaran. Kandang penangkaran murai
batu harus dilengkapi sarang pendukung lainnya, seperti tenggeran, bahan
sarang, dan sarang murai batu.
Perlengkapan kandang lainnya yang harus
dipersiapkan adalah tempat pakan dan tempat minum murai batu.
Tempat
bersarang, peternak murai batu
dapat menggunakan barang bekas seperti baskom plastik yang kecil, kuali bekas,
anyaman bambu, dan tempat nasi. Sebaiknya gunakanlah anyaman bambu, karena
dapat memberikan rasa sejuk sehingga membuat murai batu nyaman bertelur dan
mengeram.
Tenggeran, letakkan di dalam kandang dengan posisi yang
tepat sehingga tidak mengganggu keleluasaan murai batu untuk beraktivitas.
Perlu diperhatikan, tenggeran yang digunakan untuk perkawinan sebaiknya tidak
sembarangan.
Jenis, ukuran, dan penempatannya harus
diperhitungkan. Lebih baik menggunakan tenggeran dengan bahan kayu yang
berdiameter 0,15 – 0,2 cm.
Untuk
tempat pakan dan tempat air
minum, sebaiknya kebersihannya selalu dijaga dan tidak tercemar bahan kimia
sebelum digunakan. Letak posisi tempat makan atau tempat minum sebisa mungkin
mudah dilihat oleh murai batu dan saling berdekatan. Lebih baik lagi jika
ditambah wadah untuk tempat mandi burung murai batu.
6.Cara
Menjaga Kebersihan Kandang Murai Batu
Menjaga kebersihan kandang murai batu merupakan
faktor terpenting untuk keberhasilan dalam membudidayakan murai batu. Dengan
tingkat kebersihan yang terjaga, munculnya bibit penyakit dan hama tentu bisa
diminimalisir.
Burung murai batu akan merasa lebih nyaman
sehingga terhindar dari serangan stress yang merupakan pemicu munculnya
berbagai penyakit pada murai batu.
Untuk tips perawatan kandang murai batu :
- Membersihkan tempat pakan dan minum setiap hari.
- Setiap pagi, pakan dan air minum harus selalu diganti dengan yang baru. Sisa air minum atau pakan yang belum habis harus dibuang.
- Setiap hari, tempat penampungan kotoran burung murai batu harus dibersihkan dan kotorannya dibuang ke tempat khusus.
- Setiap satu minggu sekali, paling tidak sangkar dibersihkan secara keseluruhan.
- Setelah kotoran dibuang, sangkar bisa dicuci lalu disterilkan dengan disinfektan dan obat antikuman, serta dikeringkan dibawah sinar matahari.
- Tempat tenggeran burung murai batu juga harus dibersihkan minimal empat hari sekali.
7.
Cara Pemberian Pakan Murai Batu
Pakan merupakan salah satu faktor terpenting dalam
beternak murai batu. Murai batu membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menunjang
aktivitas dan produktivitasnya.
Agar nutrisi terpenuhi, murai batu perlu
diberikan pakan yang segar dan bervariasi. Pemberian vitamin untuk murai batu
juga perlu. Pakan burung murai batu bisa berupa pakan alami, pakan buatan, atau
pakan campuran antara pakan buatan dan pakan alami.
Pemberian pakan ekstra juga diperlukan untuk
mendongkrak pertumbuhan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh burung murai
batu. Biasanya pakan ekstra yang diberikan berupa jangkrik, cacing, ulat
hongkong, orong-orong ataupun belalang.
Dalam satu hari rata-rata burung akan
membutuhkan air minum sebanyak 4 – 5 kali jumlah pakannya. Air sangat
dibutuhkan oleh burung murai batu ini untuk proses metabolisme tubuh, termasuk
mengatur suhu tubuh, mempertahankan keseimbangan volume dalam darah, dan
melancarkan dalam proses pencernaan.
Selain itu, air minum yang diberikan sebaiknya
air yang udah matang supaya lebih steril dan meminimalisir parasit yang bisa mengganggu
kesehatan burung murai batu.
8.Pakan
Alami Murai Batu
Murai batu termasuk jenis burung karnivora atau
pemakan daging. Di habitat aslinya, pakan burung murai batu adalah jenis-jenis
serangga seperti semut rangrang dan ulat.
Kroto Pakan Murai
Batu
Meski sedikit mahal di pasaran, koroto tetap
menjadi pilihan yang terbaik untuk pakan burung. Disamping gizinya yang sangat
tinggi, telur semut rangrang ini memang menjadi makanan favorite bagi penggemar
burung berkicau khususnya untuk burung murai batu.
Voer Khusus Burung
Voer khusus burung biasa di pakai sebagai pakan
untuk burung kicau. Ada banyak macam jenis dan merek voer burung yang ada di
pasaran ini. Penggunaan voer sebagai pakan burung memang jauh lebih praktis dan
harganya juga murah.
9.Merawat
Anakkan Murai Batu
Anak burung murai batu yang berusia 7 – 14 hari
bisa deberi pakan dengan campuran voer dan krota yang sudah diencerkan.
Pemberian pakan bisa dilakukan 1 jam sekali.
Setelah berusia 15 hari, biasanya mereka sudah
bisa makan kroto sendiri. Akan tetapi tetap selalu diperhatikan agar anakkan
burung murai batu dapat tumbuh sehat.
10.Cara
Memandikan Murai Batu
Murai batu juga harus
sering dimandikan agar kesehatan dan kebugaran tubuh murai batu dapat terjaga.
Selain itu, memandikan murai batu juga mempercepat proses pergantian
bulu-bulunya dan akan merangsang tumbuhnya bulu-bulu baru.
Berikut beberapa
Cara Memandikan Murai Batu :
- Memasukan tempat mandi ke dalam sangkarnya atau dengan cara memindahkan burung ke sangkar lain yang berukuran lebih besar dan didalamnya sudah disediakan semacam bak mandi. Ukuran bak mandi yang ideal untuk murai batu adalah panjang 17 cm, lebar 10 cm, dan kedalaman 6 cm.
- Menyemprotkan air dengan memakai sprayer yang semprotannya bisa diatur. Cara penyemprotan tidak boleh langsung mengenai tubuh burung karena bisa merusak bulu murai batu. Jadi sebaiknya menyemprotkan air ke atas bagian sangkar, sehingga air sedikit demi sedikit membasahi tubuh murai batu.
Waktu yang paling ideal untuk memandikan burung
adalah di pagi hari antara pukul 07.00 – 10.00. Karena pada waktu ini sangat
baik untuk kesehatan burung. Burung murai batu juga dapat mengerikan tubuhnya
dengan sempurna karena sinar matahari.
Berikut cara
Menjemur Murai Batu :
Waktu untuk menjemur murai batu adalah antara
pukul 07.00 – 10.00 pagi ketika sinar matahari belum begitu panas dan
menyengat. Untuk durasi penjemuran biasanya antara 20 menit – 60 menit.
Namun bisa juga lebih lama daripada itu.
Sebenernya tergantung pada kondisi cuaca, kondisi burung, dan tujuan yang ingin
dicapai. Penjemuran juga tidak boleh terlalu lama dalam suhu yang terlalu
panas.Karena penjemuran yang terlalu panas dan terlalu lama dapat mengakibatkan
burung murai batu mati.
Murai batu memiliki jenis-jenis yang berbeda,
ada murai batu Aceh, murai batu Medan, murai batu Kalimantan, dan murai batu
Lampung. Maka kamu harus tentukan sendiri mau memulai ternak murai batu jenis
apa.Tapi yang biasa diternak seorang pemula biasanya murai batu dari sumatra
seperti jenis murai batu Medan,murai batu Aceh,dan murai batu dari
Lampung.Sebenarnya ada juga yang berasal dari Kalimantan tetapi harganya lebih
mahal.Makanya kebanyakan yang diternak oleh sebagian orang adalah murai yang
berasal dari sumatra.
Cara Perkembangbiakan Murai Batu Secara Poligami
Perkembangbiakan
murai batu secara berpoligami bertujuan untuk menghemat indukan jantan. Yang
lebih hebatnya lagi, dalam satu kandang dapat diisi 1 ekor pejantan dan 7 ekor
betina.
Beberapa pertimbangan dalam menerapkan
perkembangbiakan secara poligami :
- Dapat menghemat indukan jantan, khususnya untuk indukan jantan yang benar-benar berkualitas.
- Dapat meningkatkan kuantitas produksi atau anakan murai batu.
- Dapat menghemat biaya kandang yang digunakan.
- Memudahkan perawatan dan pengontrolan.
Persyaratan Sebelum Melakukan Perkembangbiakan
Secara Poligami :
- Memasukkan calon induk betina kedalam kandang. Betina yang dimasukkan harus berumur kurang lebih 1 tahun atau sudah siap dikawinkan. Kemudian masukan 2 ekor betina dan biarkan selama 2 minggu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
- Setelah itu masukan murai batu jantan bersama kandangnya ke dalam kandang betina. Ini bertujuan mencegah penyerangan murai batu jantan terhadap 2 ekor betina tersebut. Jadi harus beradaptasi dulu selama kurang lebih 1 minggu.
- Tunggu sampai burung betina birahi. Biasanya burung betina akan bersiul-siul dan mendekati sangkar jantan. Ketika burung jantan dan betina sudah saling berdekatan, maka ini lah saat yang tepat untuk melepas murai batu jantan dari sangkarnya.
Demikianlah artikel saya tentang bagaimana cara beternak
murai dengan mudah dan dapat untuk usaha sampingan dengan hasil yang
menggiurkan.Dan hal yang terpenting khususnya anda para pemula mungkin masih
sedikit pengalaman dalam mengembang - biakkan burung murai batu.Untuk itu
gunakanlah waktu senggang anda untuk bermain ditempat orang yang sudah
berpengalaman dalam menagkarkan burung ini.Saling share antar peternak memang
sangat penting dan sangat bermanfaat.Salam sukses saya “Ucraes”




Komentar
Posting Komentar