Cara Sukses Dan Mudah Pembibitan Ikan Mujair
Cara Sukses Dan Mudah Pembibitan Ikan Mujair
Untuk menyiapkan bibit ikan mujair yang akan
dipelihara,perlu diperhatikan hal-hal penyiapan media pemeliharaan,pemilihan
dan pemeliharaan induk,penetasan dan persyaratanbibit,ciri-ciri bibit dan induk
unggul.
Pemilihan Induk
Ciri-ciri induk bibit mujair yang unggul adalah sebagai
berikut :
- Pertumbuhanya sangat cepat
- Resisten terhadap serangan hama,parasit dan penyakit
- Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk
- Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan
- Ukuran induk yang terbaik untuk pemijahan yaitu 100 gram lebih per ekornya
- Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi
Adapun
cir-iciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut
:
Betina
- Warna dagu putih
- Warna perut lebih putih
- Jika perut distriping mengeluarkan cairan
- Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas
- Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu : dubur lubang pengeluaran telur dan lubang urine
Jantan
- Warna kulit lebih gelap/kehitam-hitaman
- Warna dagu kehitam-hitaman/kemerah-merahan
- Jika perut distriping mengeluarkan cairan
- Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas
- Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu :anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
Sistem Pembibitan
Pembibitan ikan mujair dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :
- Sistim satu kolam.Pada sistem ini kolam pemijahan/pembenihan disatukan dengan kolam pendederan/pemeliharaan anak.Setelah dilakukan persiapan media pembibitan,tebarkan induk jantan dan betina dengan perbandingan 1:2 atau 1:4 dengan jumlah kepadatan 2 pasang /10 m2.Pemanenan dilakukan 2 minggu sekali.
- Sistim dua kolam.dalam sistim ini proses pemijahan dan pendederan dilakukan pada kolam terpisah,dengan perbandingan luas kolam pemijahan dengan kolam pendederan adalah 1:2 atau 1:4.Dasar kolam pendederan harus lebih rendah dari dasar kolam lainya agar aliran air cukup deras mengalir dari kolam pemijahan ke kolam pendederan.Pada pintu kedua tersebut dipasang saringan kasar agar anak-anak ikan saja yang dapat lewat.jumlah dan kepadatan induk jantan dan betina yang disebarkan sama dengan sistim satu kolam.
- Sistim Platform.Pada sistim ini kolam dibagi dalam 4 bagian,yaitu kolam pertama sebagai tempat induk jantan dan betina bertemu atau tempat pemijahan.Kolam kedua tempat indu betina dimana disekat oleh kisi atau krei bambu dengan ukuran lubang-lubang sebesar badan induk betina sehingga hanya induk betina yang dapat lolos ke kolam kedua ini.Kolam ketiga merupakan tempat pelepasan larva dan tempat yang ke empat adalah tempat pendederan.Persiapan media dan jumlah induk yang dilepas sama dengan sistim yang pertama.
Pembenihan
Pemijahan
dan penetasan ikan mujair berlangsung sepanjang tahun pada kolam pemijahan secara
khusus.Hal yang perlu dilakukan adalah penyiapan media pemeliharaan seperti
pengeringan pengapuran dan pemupukan.Ketinggian air dikolam dipertahankan
sekitar 50cm.
Untuk
menambah produktivitas dan kesuburan,maka diberikan makanan tambahan dengan
komposisi sebagai berikut :
- Tepung ikan 25 %
- Tepung kopra 10%
- Dedak halus sebesar 65%
Komposisi
ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan mujair secara komersial.Dapat
juga diberi makanan yang berupa pelet yang berkadar protein 20-30% dengan dosis
2-3% dari berat populasi per hari,diberikan sebanyak 2 kali/hari yaitu
diberikan pagi dan sore hari.
Pemijahan
akan terjadi setelah induk jantan membuat lubang sarang yang berupa cekungan
didasar kolam dengan garis tengah sekitar 10-35cm.Begitu pembuatan sarang pemijahan
selesai,segera berlangsung proses pemijahan,setelah proses pemijahan selesai
maka telur-telur hasil pemijahan segera dikumpulkan oleh induk betina kedalam
mulutnya untuk dierami hingga menetas.Pada saat tersebut induk betina tidak
aktif makan,sehingga terlihat tubuhnya kurus.telur akan menetas setelah 3-5
hari pada suhu air sekitar 25-27 derajat C.Setelah sekitar 2 minggu sejak
penetasan,induk betina baru melepaskananak-anaknya,karena telah mampu mencari
makanan sendiri.
Pemeliharaan Bibit
Pendederan atau pemeliharaan ikan mujair setelah telur-telur hasil pemijahan
menetas.Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan yang sudah siap menerima
ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari
ikan-ikan liar.Kolam diberi kapur atau pupuk sesuai ketentuan.Begitu pula pada
pemberian pakan untuk bibit disesuaikan dengan ketentuan.Jumlah penebaran dalam
kolam pendederan tergantung dari ukuran benih ikan.Benih ikan ukuran 5-10
ekor/m2.Sedangkan anak ikan ukuran 5-8cm jumlah penebaranya 2-5 ekor/m2.Untuk
benih yang ukuran 5-8 cm ini,sebaiknya dilakukan secara monoseks kultur,karena
pada ukuran tersebut benih ikan sudahdapat dibedakan yang berjenis kelamin
jantan atau betina.
Demikianlah artikel saya tentang bagaimana ccara yang benar
dan mudah untuk pembibitan ikan mujair,semoga artikel ini dapat sedikit
membantu anda dalam mengembangkan usaha anda.Semoga berhasil salam sukses dari
saya “Ucrais”



Komentar
Posting Komentar