Cara Sukses Dan Mudah Pembibitan Ikan Mujair



Cara Sukses Dan Mudah Pembibitan Ikan Mujair

Untuk menyiapkan bibit ikan mujair yang akan dipelihara,perlu diperhatikan hal-hal penyiapan media pemeliharaan,pemilihan dan pemeliharaan induk,penetasan dan persyaratanbibit,ciri-ciri bibit dan   induk unggul.

Pemilihan Induk

Ciri-ciri induk bibit mujair yang unggul adalah sebagai berikut :
  1. Pertumbuhanya sangat cepat
  2. Resisten terhadap serangan hama,parasit dan penyakit
  3. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk
  4. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan
  5. Ukuran induk yang terbaik untuk pemijahan yaitu 100 gram lebih per ekornya
  6. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi
Adapun cir-iciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut :

Betina

  • Warna dagu putih
  • Warna perut lebih putih
  • Jika perut distriping mengeluarkan cairan
  • Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas
  • Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu : dubur lubang pengeluaran telur dan lubang urine

Jantan

  • Warna kulit lebih gelap/kehitam-hitaman
  • Warna dagu kehitam-hitaman/kemerah-merahan
  • Jika perut distriping mengeluarkan cairan
  • Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas
  • Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu :anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.

Sistem Pembibitan

Pembibitan ikan mujair dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :
  1. Sistim satu kolam.Pada sistem ini kolam pemijahan/pembenihan disatukan dengan kolam pendederan/pemeliharaan anak.Setelah dilakukan persiapan media pembibitan,tebarkan induk jantan dan betina dengan perbandingan 1:2 atau 1:4 dengan jumlah kepadatan 2 pasang /10 m2.Pemanenan dilakukan 2 minggu sekali.
  2. Sistim dua kolam.dalam sistim ini proses pemijahan dan pendederan dilakukan pada kolam terpisah,dengan perbandingan luas kolam pemijahan dengan kolam pendederan adalah 1:2 atau 1:4.Dasar kolam pendederan harus lebih rendah dari dasar kolam  lainya agar aliran air cukup deras mengalir dari kolam pemijahan ke kolam pendederan.Pada pintu kedua tersebut dipasang saringan kasar agar anak-anak ikan saja yang dapat lewat.jumlah dan kepadatan induk jantan dan betina yang disebarkan sama dengan sistim satu kolam.
  3. Sistim Platform.Pada sistim ini kolam dibagi dalam 4 bagian,yaitu kolam pertama sebagai tempat induk jantan dan betina bertemu atau tempat pemijahan.Kolam kedua tempat indu betina dimana disekat oleh kisi atau krei bambu dengan ukuran lubang-lubang sebesar badan induk betina sehingga hanya induk betina yang dapat lolos ke kolam kedua ini.Kolam ketiga merupakan tempat pelepasan larva dan tempat yang ke empat adalah tempat pendederan.Persiapan media dan jumlah induk yang dilepas sama dengan sistim yang pertama.

Pembenihan

Pemijahan dan penetasan ikan mujair berlangsung sepanjang tahun pada kolam pemijahan secara khusus.Hal yang perlu dilakukan adalah penyiapan media pemeliharaan seperti pengeringan pengapuran dan pemupukan.Ketinggian air dikolam dipertahankan sekitar 50cm.
Untuk menambah produktivitas dan kesuburan,maka diberikan makanan tambahan dengan komposisi sebagai berikut :
  • Tepung ikan 25 %
  • Tepung kopra 10%
  • Dedak halus sebesar 65%
Komposisi ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan mujair secara komersial.Dapat juga diberi makanan yang berupa pelet yang berkadar protein 20-30% dengan dosis 2-3% dari berat populasi per hari,diberikan sebanyak 2 kali/hari yaitu diberikan pagi dan sore hari.
Pemijahan akan terjadi setelah induk jantan membuat lubang sarang yang berupa cekungan didasar kolam dengan garis tengah sekitar 10-35cm.Begitu pembuatan sarang pemijahan selesai,segera berlangsung proses pemijahan,setelah proses pemijahan selesai maka telur-telur hasil pemijahan segera dikumpulkan oleh induk betina kedalam mulutnya untuk dierami hingga menetas.Pada saat tersebut induk betina tidak aktif makan,sehingga terlihat tubuhnya kurus.telur akan menetas setelah 3-5 hari pada suhu air sekitar 25-27 derajat C.Setelah sekitar 2 minggu sejak penetasan,induk betina baru melepaskananak-anaknya,karena telah mampu mencari makanan sendiri.

Pemeliharaan Bibit

Pendederan atau pemeliharaan ikan mujair  setelah telur-telur hasil pemijahan menetas.Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan yang sudah siap menerima ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari ikan-ikan liar.Kolam diberi kapur atau pupuk sesuai ketentuan.Begitu pula pada pemberian pakan untuk bibit disesuaikan dengan ketentuan.Jumlah penebaran dalam kolam pendederan tergantung dari ukuran benih ikan.Benih ikan ukuran 5-10 ekor/m2.Sedangkan anak ikan ukuran 5-8cm jumlah penebaranya 2-5 ekor/m2.Untuk benih yang ukuran 5-8 cm ini,sebaiknya dilakukan secara monoseks kultur,karena pada ukuran tersebut benih ikan sudahdapat dibedakan yang berjenis kelamin jantan atau betina.

Demikianlah artikel saya tentang bagaimana ccara yang benar dan mudah untuk pembibitan ikan mujair,semoga artikel ini dapat sedikit membantu anda dalam mengembangkan usaha anda.Semoga berhasil salam sukses dari saya “Ucrais”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Ternak Burung Lovebird Agar Cepat Bertelur

Cara beternak kambing potong untuk usaha sampingan

Cara Sukses Menanam Bawang Merah dengan Hasil Yang Melimpah